17 Desember 2007

Menguak Keajaiban Cinta Menulis*


(Disampaikan dalam Diklat Jurnalitik LPM Persona Fak Psikologi UMM 15 Desember 2007)

Oleh: Husamah

Pengantar
“Kadang saya bingung untuk memulai menulis, banyak yang ingin di tulis tapi tidak tahu dari mana dan setelah menulis kadang terbit perasaan bahwa tulisan yang sedang saya tulis tidak bagus. Dan kembali diedit lagi sehingga penulisan sering tidak selesai. Terus terang saya ingin bisa menulis seperti penulis yang hebat, sepertinya tulisan itu mengalir lancar seperti tidak pernah habis kata-kata untuk ditulis serta enak untuk dibacanya.” (Dikutip dan diolah dari http://www.pulauseribujakarta.blogspot.com/). “

Barangkali, contoh kutipan di atas mewakili diri anda. Jika itu betul, maka izinkan saya mengucapkan selamat buat anda. Mengapa? Sebentar lagi anda akan menjadi penulis bahkan penulis yang terkenal. Harapan saya, anda bukan sosok calon penulis penakut, pecundang atau tak bernyali. Media seperti Koran dan majalah sering dianggap sosok menakutkan alias monster. Begitu banyak calon penulis putus asa dan kecut nyali setelah naskah yang telah diketik dan dikirim ternyata tidak dimuat oleh media. Ironisnya terkadang ada yang membenci media (atau juga dunia tulis menulis?). Merekalah orang yang biasanya dijuluki penulis bernyali kecil.
Satu hal yang menjadi tujuan artikel ini adalah sedikit memberi rambu-rambu, agar anda dapat melaju dalam dunia tulis-menulis tanpa hambatan. Andaipun ada hambatan, harapannya itu memang hambatan logis-rasional, bukan hambatan konyol atau malah dibuat-buat. Beberapa hal minimal akan coba diuraikan dalam artikel ini, tentunya melalui kacamata saya sebagai penulis pemula pula.

Bisa dan Cinta
Kazuo Murikami, peneliti dan penulis produktif asal Jepang, peraih beberapa award, dalam bukunya Tuhan dalam Gen Kita (Mizan, 2007) menyimpulkan bahwa kekuatan hati dan pikiran adalah kunci utama. Jika anda yakin akan sembuh, maka dapat dipastikan 50% anda akan sembuh, tinggal anda berusaha untuk berobat. Jika anda ber-positive thinking bahwa ada akan menang, maka 50% anda akan menang. Yakin bisa, anda akan bisa. Sebaliknya, jika anda berfikiran gagal, dapat dipastikan bahwa kegagalan yang anda temui. Dr. Joseph Murphy, dalam The Power of Your Subconcious Mind (Dahara Prize, 2003) menegaskan, Ide/perasaan sukses berisi semua elemen “sukses”. Ulangi kata “sukses” kepada anda sendiri dengan penuh keyakinan. Dan anda akan meraih sukses.
Inilah kekuatan utama dalam menulis. Percayakah bahwa begitu banyak artikel opini, resensi, cerpen yang temanya itu-itu saja atau bahkan jelek? Tapi mengapa bisa dimuat? Padahal menurut standar anda itu selera rendah dan tidak layak. Ya, satu masalah inti, mereka terlebih dulu sadar bahwa mereka bisa, menulis dan mengirimkan tulisannya, sementara anda masih melamun, masih ragu dan belum berani bermain dengan jari-jemari anda untuk mulai mengetik huruf demi huruf menjadi kata, kalimat dan paragraf.
Jika orang lain bisa, mengapa anda tidak? Anda telah kalah start. Akan semakin kalah start jika tidak mulai menyalakan mesin semangat anda dan menarik gas ide, selanjutnya melayang dengan bulu huruf dan sayap kata-kata. Menulis bukanlah bakat. Semua orang bisa menulis. Tidak ada yang dilahirkan langsung bisa menulis. Dari TK-Perguruan Tinggi, pekerjaan/aktivitas kita sama, merangkai kata-kata. Sayangnya, belum terpikir untuk menuju ke arah produktif menghasilkan.
Selanjutnya, jika kata “bisa” telah anda kuasai, bangkitkanlah rasa cinta menulis. Mengapa harus cinta? Seorang bijak pernah berkata, semua sendi kehidupan akan tumbuh bila ada satu kata yang tak pernah lekang oleh waktu. Sebuah kata yang mampu membuat kehidupan menjadi berarti. Lima huruf  yang membentuk menjadi kata CINTA.  Cinta memang tak selamanya mulus seperti yang di inginkan, kadang untuk mendapatkan yang di harapkan seseorang harus berusaha keras mengorbankan hatinya, menangis pedih atau bahkan mesti meninggalkan segalanya.
Saya akan mencoba membawa kekuatan cintanya Abdul Mujib (Risalah Cinta, Srigunting, 2002) ini dalam dunia tulis menulis. Cinta menulis memang tak selamanya mulus. Penuh tragedi, yang berbentuk perjuangan, pengorbanan, dan penderitaan. Tanpa tragedi tulisan ditolak, membagi waktu, memaksa diri, menyisakan dana untuk mengetik dan mengirimkan, perasaan cinta menulis kurang membekas, kurang mendalam dan kurang berpengalaman. Para petualang cinta menulis merasakan keasyikan cinta menulis tatkala banyak menghadapi rintangan dan tantangan. Semakin kuat rintangan maka semakin kuat pula daya juang untuk menggapainya. Cinta menulis yang tanpa tragedy mengakibatkan kecengengan kemanjaan, dan mudah pecah. Makin mampu melampaui tragedy makin utuh percintaanya.

Bagaimana Saya Menulis
Secara ringkas proses menulis adalah:

Mencari ide
Mengolah Ide
Menentukan Tema
Membuat Kerangka
Menulis
Menentukan Judul
Lakukan Editing
Mengirimkan Tulisan


Mencari Ide

Sebenarnya, disekitar kita bertebaran ide. Namun karena tida peka, kita terkadang melewatkannya. Mulai sekarang, sempatkan diri anda untuk membaca lebih banyak. Sediakan waktu khusus untuk membaca, sedikitnya 30 menit sehari. Bacalah apa saja!! Majalah, Koran, buku, bulletin, selebaran, jurnal, novel, roman, ataupun sastra.
Cobalaah membaca (memperhatikan) kejadian yang terjadi di sekitar anda. Semua yang anda baca bisa menjadi ide. Berjalan-jalanlah, perhatikan lingkungan sekitar anda. Kegiatan ini bisa mendatangkan ide.

Mengolah ide

Merenunglah, karena dengan merenung akan membiarkan pikiran liar anda mengembara ke mana-mana untuk memikirkan ide dibenak anda. Merenung tidak sama dengan melamun. Merenung merupakan proses berpikir dengan tujuan tertentu, sedangkan melamun identik dengan berkhayal tanpa tujuan jelas. Merenung sama saja dengan mempertimbangkan sistematika penulisan, analisis, data, dan teori yang diperlukan. Hal ini penting dilakukan, mengingat apa yang akan dituliskan biasanya belum focus, sehingga membutuhkan pertimbangan dan data-data tertentu.

Menentukan Tema
Dari ide yang diolah, bisa dimunculkan beberapa tema. Tetapi sesuai dengan kemampuan data dan teori yang berhasil didapatkan. Anda harus menentukan tema apa yang diangkat untuk dituangkan menjadi sebuah artikel.

Membuat Kerangka
Pembuatan keraangka tulisan akan membantu anda saat mulai menulis agar tulisan lebih focus, sistematis, dan tidak bertele-tele. Seperti membangun sebuah kerangka bangunan, mulai pondasi, kemudian kolom-kolom beton, serta kerangka atap. Sehingga tinggal menata batu bata untuk tembok, dan genteng. Supaya mudah masuk harus disiapkan pintu, supaya kelihatan indah tebok harus dipelur dan dicat. Demikian juga menulis.

Menulis

Setelah kerangka anda siapkan, tinggal mencari waktu kapan mulai menulis. Menulis adakalanya akan lebih bagus ketika menunggu sedang mood (suasana hati cocok). Tulislah apa adanya. Mengalir saja seperti menulis diary. Data-data yang belum lengkap biarkan saja, tidak perlu meninggalkan computer hanya untuk mencari data, karena akan memutuskan aliran ide.
Sesuatu yang sangat penting dalam sebuah artikel adalah paragraph pembuka, merupakan selling point dari sebuah artikel. Ada empat jenis paragraph pembuka, 1) menggunakan pertanyaan, 2) menggunakan statemen, 3) menggunakan pemaparan dan 4) menggunakan cuplikan.

Kekuatan tulisan juga terletak pada. Data bisa berbentuk kata-kata (kualitatif) maupun kuantitatif. Data dan teori bisa anda dapatkan dari berbagai media atau buku-buku yang telah anda koleksi. Tetapi dengan kemudahan teknologi, andaaa pun hanya tinggal memasukan kata kunci pada yahoo dan google. Jangan lupa, cari data yang terbaru dan relevan dengan tema yang anda angkat.

Menentukan Judul
Judul, juga salah satu daya tarik yang cukup menentukan sebuah artikel layak dimuat atau terpaksa harus dimasukkan ke mesin penghancur kertas atau di-delete dari inbox e-mail. Judul yang baik biasanya terdiri dari 4-6 kata. Terkadang ada yang hanya 1-3. Sangat jarang judul lebih dari 6 kata.

Lakukan Editing

Setelah selesai menulis, bacalah kembali tulisan anda sampai selesai. Saat anda menulis, pikiran mungkin terasa overload, panas. Siapa tahu ada ide yang terlewat, kalimat rancu, kuraaang data, salah ketik, dan sebagainya. Biasanya yang saya lakukan adalah mengendapkan dulu pikiran beberapa saat dengan minum kopi, teh atau air putih. Setelah pikiran fresh maka lakukan editing.

Mengirimkan tulisan
Jika anda menganggap bahwa tulisan tersebut sudah final, silahkan kirim artikel anda ke redaksi via e-mail. Jangan pakai pos (sudah tidak zaman!!). e-mail sangat efektif karena lebih instant, pasti sampai dan bisa jadi lebih murah, kalau layak muat redaksi pun tinggal meng-copy paste saja. Bayangkan jika lewat post, lebih lama, ada kemungkinan telat dan kesasar, dan mungkin lebih mahal. Bijaknya, anda harus tahu alamat e-mail masing-masing media.

Beberapa Rekomendasi Penting
a.Mengatasi Kemacetan Menulis
Dalam menulis, apalagi penulis pemula tentunya tentunya akan menjumpai momok kemacetan. Berikut ini solusi/trik menghadapi maslah tersebut. Trik ini diambil dari situs Pembelajar.com, dan pengalaman pribadi atau mungkin saya telah mulai mengamalkan ajaran ini. Seperti kata editornya, saya yakin sebagian besar di antara cara-cara yang akan saya paparkan di bawah ini mungkin sudah pernah Anda coba. Atau, mungkin malah sudah merupakan bagian dari cara anda mengatasi kemacetan.
1.Berhentilah dan lakukan relaksasi. Ketika mulai penat dan kebingungan meneruskan proses penulisan, berhentilah sejenak. Tinggalkan computer atau laptop dan langsung saja mencoba relaksasi. Relaksasi tidak harus seperti orang bermeditasi, tapi bisa saja hanya jalan-jalan mengelilingi ruangan, cari angin di depan rumah/kost, membasuh muka, mendengarkan instrumen musik yang lembut. Pada saat yang sama, saya terus berusaha menenangkan diri atau kalau bisa mengosongkan pikiran. Biasanya, setelah pikiran relatif lebih relaks dan mendapatkan kesegaran, tanpa disengaja pun bisa muncul ide-ide dan semangat baru untuk melanjutkan proses penulisan.
2.Berhenti dan mainkan game apa saja. Ini sebenarnya untuk mengatasi kelelahan dan kebosanan saat menulis. Ada kalanya ketika macet lalu main game di computer/laptop, tiba-tiba justru muncul ide-ide baru yang menarik. Kalau sudah begitu, cepat-cepat selesaikan permainan dan segera menuliskan ide tersebut. Intinya, alihkan perhatian atau ambil jarak sejenak dengan proses penulisan. Tapi, hati-hati juga kalau sampai keterusan main game.
3.Bongkar bank ide dan tulislah apa saja. Apabila yang muncul baru sejenis kebosanan atau rasa penat, berhentilah sejenak, lalu melihat-lihat bank tema, daftar ide judul buku/Koran/artikel yang saya kumpulkan. Kadang dengan melihat-lihat bank ide tersebut, jadi berminat menuliskan sesuatu. Tak jarang, dari situ malah muncul ide-ide yang lebih fresh. Dan, sering pula proses tersebut mendorong untuk kembali dalam proses penulisan yang sempat terhenti sejenak.
4.Buat kotak sampah tulisan. Adakalanya kemacetan disebabkan oleh suatu kalimat, konsep, kasus, contoh, bab, subbab, atau hanya suatu paragraf yang sulit dikembangkan lagi atau diuntai dengan paragraf-paragraf berikutnya. Ketika akan dibuang, kita merasa sayang, karena mungkin itu merupakan gagasan genuine. Tetapi, bila tidak dibuang, gagasan itu malah jadi biang kemacetan. Menghadapi situasi ini, sediakan “kotak sampah ide” untuk mengenyahkan sementara bagian-bagian yang menjadi penyebab kemacetan. Sebelum tulisan selesai, bagian ini tidak perlu di-delete. Siapa tahu, kita masih bisa mendaur ulang gagasan-gagasan tersebut?
5.Keluar rumah dan bicaralah dengan siapa saja. Ini cara yang paling umum, yaitu keluar rumah dan menjumpai rekan-rekan yang kurang lebih punya minat sama. Kita bisa ketemu mereka di toko buku, mal-mal, kafe, ajang pameran dan diskusi buku, atau cukup ngobrol sejenak dengan tetangga sebelah. Dalam kesempatan ngobrol santai semacam ini, saya suka iseng bertanya kepada mereka soal bagaimana cara mengatasi kebosanan atau kemacetan menulis. Biasanya, mereka jadi antusias bercerita, sementara saya pun ketambahan banyak ide baru. Sama-sama menyenangkan, bukan?
6.Baca lagi artikel-artikel atau buku-buku penulisan yang memotivasi. Untuk artikel-artikel yang memotivasi, kita bisa dapatkan di situs-situs penulisan atau situs penerbit buku. Sementara untuk buku penulisan, misalnya Aku Bisa Nulis Cerpen (Joni Ariadinata, GIP, 2006), Siapa Bilang Jadi Guru Hidupnya Susah? (Hasyim Ashari, Pinus, 2007), Menaklukkan Redaktur (Lasa HS, Pinus, 2006) dan lainnya. Menurut mereka menulis itu gampang sekali. Nah, karena ide-ide mereka yang serba gampang itu, kita pun jadi ikut-ikutan merasa bahwa menulis itu memang gampang. Proses menulis memang harus dibuat gampang, bukan malah dipersulit. Kalau pikiran terus-menerus disugesti bahwa menulis itu gampang, yakin saja, menulis bisa jadi gampang beneran.
7.Baca wawancara-wawancara penulis sukses. Ini salah satu cara memotivasi proses penulisan. Bila ingin lebih mengenal gagasan penulis tertentu, dengan kecanggihan teknologi tinggal mencari wawancara media si penulis melalui mesin pencari Google atau Yahoo. Sambil membaca, teruslah memotivasi diri, bahwa kalau orang lain bisa berhasil, saya pun pasti bisa. Percayalah selalu, ada satu atau dua kalimat dari para penulis sukses tersebut yang menginspirasi dan memicu semanga untuk melanjutkan proses penulisan.
8.Bertegur sapa dengan penulis-motivator. Selain untuk menghilangkan kejenuhan dan kemacetan, cara ini juga ampuh untuk menaikkan motivasi yang lagi turun. Penulis motivator adalah para penulis yang bisa memberikan inspirasi, dorongan, dan semangat kepada penulis-penulis lain untuk terus berkarya serta lebih produktif lagi. Hanya dengan mengirimkan e-mail atau SMS, serta mendapatkan sepatah dua patah kata yang membesarkan hati, maka semangat bisa timbul lagi. Dengan membaca ulang kalimat tersebut, SMS, atau e-mail mereka, semangat menulis naik lagi.
9.Mimpikan sukses dalam dunia penulisan. Kalau pikiran lagi sulit diajak bekerja dan susah diajak memproduksi gagasan-gagasan bagus, maka ajak saja bermimpi yang enak-enak. Bayangkan betapa enaknya bisa jadi penulis sukses secara finansial macam JK Rowling (Harry Potter), Dan Brown, John Grisham, Robert Kiyosaki, atau Ari Ginanjar, dll. Sambil bermimpi dan membuai diri seperti itu, juga selipkan pertanyaan gugatan, “Apa yang sudah kamu lakukan untuk bisa seperti mereka?!”
10.Bergabung dan aktiflah dalam forum atau komunitas penulisan serta buatlah blog. Banyak forum bisa menjadi sumber inspirasi maupun pemelihara motivasi menulis, seperti pameran buku, acara diskusi atau bedah buku, seminar atau pelatihan menulis.

b.Buatlah Blog/Website
Komunitas maya merupakan ajang untuk menjalin network dan berbagi informasi yang nantinya pasti amat kita butuhkan. Dengan blog, anda bisa mengembangkan kebiasaa menulis anda. Apapun yang anda tulis, pasti akan dimuat. Bahkan bisa jadi akan dibaca dan direspon oleh orang lain. Pendek kata, ini bisa menjadi pelecut semangat anda untuk terus menulis.
Anda bisa memiliki blog gratis di blog spot (silahkan membuka www.blogger.com). Anda akan dituntun membuat blog (bahasa Indonesia), syaratnya anda harus punya alamat e-mail. Anda juga dapat menggunakan multiply (www.multiply.com) atau wordpress (www.wordpress.com). Selamat mencoba!!!


c.Miliki Daftar Penerbit/Media


Alamat e-mail Beberapa Media Daerah/Nasional Yang Menunggu Tulisan Anda

No Media Massa E-mail
1 Jawa Pos editor@jawapos.co.id
2 Surya surya1@padinet.com,
opini@suryagroups.com
redaksi@surya.co.id
3 Kompas kompas@kompas.com;
opini@kompas.com
Kompas Jawa Timur kompas@sby.dnet.net.id

4 Republika secretariat@republika.co.id
5 Media Indonesia redaksi@mediaindonesia.co.id
forum@mediaindonesia.co.id

6 Seputar Indonesia redaksi@seputar-indonesia.com
7 Duta Masyarakat dumas@sby.centrin.net.id
8 Surabaya Post redaksi@surabayapost.info
9 Koran Pendidikan koran.pendidikan@gmail.com
10 Malang Post mpost03@yahoo.com
11 Pikiran Rakyat dwipr@pikiran-rakyat.com
12 Suara Pembaharuan opini/koransp@suarapembaharuan.com
13 Koran Tempo red@tempo.co.id
14 Bernas bernasjogja@yahoo.com
15 Suara Karya redaksi@suarakarya-online.com
16 Bengawan Post bengawan_post@yahoo.com
17 Bangka Post redaksi@bangkapos.com
18 Sriwijaya Post sripo@mdp.net.id
19 Banjarmasin Post banjarmasin_post@yahoo.com
20 Kaltim Post redaksi@kaltimpost.web.id
21 Suara Muhammadiyah
22 Matan (DPW Muh Jatim)
23 Majalah Aneka Yess aneka@indosat.net.id
24 Majalah Annida annida@ummigroup.co.id
25 Majalah Gadis info@gadis-online.com
26 Majalah Hai hai_magazine@gramedia-majalah.com
27 Majalah Cinta cinta@cerita-cinta.info cerpen
28 Majalah Kawanku kawanku_magazine@gramedia-majalah.com
29 Tabloid Keren Beken aneka@indosat.net.id
30 Tabloid Teen tabloid.teen@gmail.com

SUMBER INSPIRASI
Ariadinata, Joni. 2006. Aku Bisa Nulis Cerpen. Edisi I. Depok: Gema Insani Press.
Ashari, M. Hasyim. 2007. Siapa Bilang jadi Guru Hidupnya Susah?. Yogyakarta: PInus Book
Lasa Hs. 2006. Menaklukkan Redaktur. Yogyakarta: Pinus Book
Murphy, Joseph. 2002. The Power of Your Subconcious Mind. Semarang: Dahara Publizer.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Many people talk about the need to reform Islam. Now you can stop talking and start helping.

With the help of our readers we went through the Koran and removed every verse that we believe did not come from Allah, the Most Merciful, the Most Compassionate. However, it is possible that we missed something, and we could use your help. If you find verses in the reformed version of the Koran that promote violence, divisiveness, religious or gender superiority, bigotry, or discrimination, please let us know the number of the verse and the reason why it should be removed. Please email your suggestions to koran-AT-reformislam.org.

When we finish editing process, we would like to publish Reform Koran in as many languages as possible. If you could help with translation or distribution of the Reform Koran, please email us at koran-AT-reformislam.org. If you could provide financial support, please visit our support page.

In Memoriam of Aqsa Parvez.

http://www.reformislam.org/reform.php