4 Desember 2007

Belajarlah dari Kasus Roy Marten



(Dimuat di Harian Media Indonesia 29 November 2007)

Oleh: Husamah*

Media Indonesia (Rabu/14/11/07) menyajikan berita yang membuat kita harus mengelus dada. Artis senior Roy Marten, untuk kedua kalinya tertangkap saat pesta sabu di Hotel Novotel, Surabaya, Jawa Timur. Selain Roy, polisi meringkus empat temannya serta menyita barang bukti 1,5 ons sabu.

Apakah memang dunia artis akrab dengan benda-benda najis itu? Jika kita hanya memandang sesaat saja, mungkin kita akan meng-iyakan. Deretan panjang artis seperti Doyok, Polo, Ibrahim Azhari, Derri, Zarima, Ria Irawan menunjukkan memang profesi ini sangat rentan.

Tapi bagaimanapun, artis juga manusia biasa. Justru cobaan mereka lebih besar dari pada orang biasa. Mereka memenuhi tiga faktor terjadinya penggunaan narkoba. Ada peluang alias kesempatan, ada yang menyediakan (bandar), dan ada uang.

Bijkanya, kita perlu belajar dan mengambil hikmah dari kasus yang menimpa Roy Marten tersebut. Minimal ada tiga pelajaran. Pertama, pemerintah atau pihak yang terkait seharusnya segera merehabilitasi orang yang telah menjalani hukuman dalam kasus narkoba. Dengan merehabilitasi mereka, maka membantu untuk keluar dari cengkeraman narkoba.

Langkah yang hanya memenjarakan tidak akan terlalu efektif. Kondisi pergaulan antarnapi di LP menyebabkan mereka bebas bergaul dengan napi pengedar narkoba. Begitu pemakai itu bebas, mereka akan menikmati narkoba kembali. Bahkan berpotensi besar menjadi pengedar dengan berbekal "ilmu" selama dalam penjara.

Kedua, perlu pelibatan artis dalam skala luas terkait kampanye antinarkoba. Pelibatan ini akan menggugah kesadaran mereka. Dan merekapun memiliki peran besar penyadaran masyarakat mengingat posisinya sebagai public figure.

Ketiga, memperkuat aspek spiritual (agama) artis. Sebenarnya, ini masalah yang paling penting. Kehidupan yang serba bebas dan glamour telah menyisihkan sebagian besar artis kita dari dekapan agama. Kehidupan "wah" itu semakin memerosotkan. Di sinilah peran da’i, ustadz, ulama dan tokoh agama sangat penting. Semoga.

Husamah
Mahasiswa Biologi-FKIP Universitas Muhammadiyah Malang

Biodata Singkat:
Sekretaris Himas Malang
Redaktur Buletin Expedition TEB UMM dan Editor Majalah HMJ Biologi UMM
Ketua Forum Diskusi Ilmiah UMM
NIM: 04330058
telp: 0341. 464733


sumber foto: www.kafegaul.com

Tidak ada komentar: