25 Oktober 2009

Dahsyatnya Bakso Jamur Shiitake




Oleh: Husamah

(Staf Pengajar di Biologi-FKIP-Univ. Muhammadiyah Malang)



Kota Batu selama ini dikenal sebagai kota apel dan kota bunga. Selain itu kota ini juga memiliki berbagai objek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Kondisi pariwisata ini semakin menarik minat karena didukung oleh suhu udara di Batu sangat dingin, karena ia berada di daerah puncak. Namun, saat ini ada hal baru dan berbeda yang menjadi daya tarik kota Batu. Ada apa?

Jika anda suatu ketika pergi ke Batu baik untuk wisata, kunjungan dinas, ataupun acara lain, maka sempatkanlah untuk lewat dan mampir di Jalan Bukit Berbunga. Di sebelah kanan jalan (jika anda datang dari arah alun-alun batu menuju Selekta) atau kiri jalan (jika anda dari arah Mojokerto, Cangar, atau Selekta), dekat dengan Pusat Informasi Wisata Batu, akan anda temui Warung Bakso Zamrud. Bakso ini khas dan bahkan jarang ditemukan ditempat lain.

Bakso biasanya terbuat dari daging. Namun, berbeda dengan bakso buatan Dra. Siti Zaenab, M.Kes, dosen ilmu pangan dan gizi, Jurusan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang. Guna meningkatkan kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi jamur obat, sekaligus tetap membudayakan melestarikan kuliner bakso yang sehat, maka Zaenab menyajikan bakso berbahan jamur obat Shiitake di Warung Zamrud.

Jamur Shiitake (Lentinula edodes) atau jamur Hioko dan sering ditulis sebagai jamur shitake adalah jamur pangan asal Asia Timur yang terkenal di seluruh dunia dengan nama aslinya dalam bahasa Jepang. Shiitake secara harafiah berarti jamur dari pohon Shii (Castanopsis cuspidata) karena batang pohonnya yang sudah lapuk merupakan tempat tumbuh jamur shiitake.

Shiitake juga dikenal dengan nama Jamur hitam China , karena aslinya memang berasal dari daratan Tiongkok dan sudah dibudidayakan sejak 1.000 tahun yang lalu. Sejarah tertulis pertama tentang budidaya shiitake ditulis Wu Sang Kuang di zaman Dinasti Song (960-1127), walaupun jamur ini sudah dimakan orang di daratan Tiongkok sejak tahun 199 Masehi. Di zaman Dinasti Ming (1368-1644), dokter bernama Wu Juei menulis bahwa jamur shiitake bukan hanya bisa digunakan sebagai makanan tapi juga sebagai obat untuk penyakit saluran nafas, melancarkan sirkulasi darah, meredakan gangguan hati, memulihkan kelelahan dan meningkatkan energi chi. Shiitake juga dipercaya dapat mencegah penuaan dini.

Di Hongkong dan Singapura, jamur jenis ini dikenal sebagai chinese black mushroom. Di Indonesia dikenal dengan nama jamur kayu cokelat atau secara umum disebut jamur Shiitake saja. Bangsa Cina percaya bahwa jamur hioko (nama jamur shiitake dalam bahasa Cina) dapat menghilangkan rasa lapar, menghangatkan tubuh saat cuaca dingin serta dapat memperlancar sirkulasi darah di dalam tubuh.



Khusus Jamur Shitake, juga dikenal sebagai bahan pangan yang mempunyai potensi sebagai obat. Untuk mengetahui khasiatnya, di Jepang telah banyak dilakukan penelitian yang intensif mengenai jamur shiitake. Diantaranya, penelitian yang diadakan pada tahun 1970 menemukan bahwa asam amino yang terkandung di dalam jamur shiitake dapat membantu memproses kolesterol di dalam hati. Jamur ini mengandung asam amino yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, yaitu; thiamin, riboflavin, niacin, serta beberapa jenis serat dan enzim. Jamur Shiitake juga mengandung ergosterol, yang akan diolah tubuh menjadi vitamin D setelah kulit terkena sinar matahari. Kandungan asam amino jamur shiitake membuatnya berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan mengatasi gangguan pencernaan, hati, meredakan serangan pilek, dan melancarkan peredaran darah.

Jamur ini dilaporkan mempunyai potensi sebagai antitumor dan antivirus karena mengandung senyawa polisakaridayang dikenal dengan sebutan lentinan. Shitake juga dilaporkan dapat menurunkan kadar kolesterol darah dengan aktivitas eritadenin yang dimilikinya. Kandungan asam glutamat pada shitake cukup tinggi. Asam amino tersebut berhubungan dengan cita rasa yang ditimbulkan sebagai penyedap makanan. Selain mempunyai kandungan asam glutamat yang tinggi. Shitake juga mengandung 5 ribu nukleotida dalam jumlah besar 156,5 mg/100 gram.

Akhirnya, bagi anda penggemar bakso sejati, tetapi takut kadar kolesterol meningkat, maka tepat sekali jika mencoba kuliner satu ini. Juga bagi anda yang vegetarian, bakso jamur Shiitake akan menjadi solusi tepat bagi anda. Anda tertarik? Coba saja.

sumber foto: www.greenlivingnow.com/images/Shiitake-Kit-2.jpg

3 komentar:

aLveoLuz mengatakan...

Mas, coba lebih bahas ke konsep enterpreneurnya, kan lebih bagus juga....

HUSAMAH IRHAM RIDHA mengatakan...

karena dosennya biologi, maka bahasnya secara biologi dan kesehatan.. tapi idenya bagus juga tu, ke depan itu menarik jika ditinjau dari segi kewirausahaan, terimaksih inputnya

jamur tiram mengatakan...

gpp yang menyangkut biologi juga, aku sebagai petani jamur budidaya jadi tau manfaat dan kandungannya... :)